πŸŽƒ 3 Sistem Dasar Efi

3 TPS (Throtle Position Sensor) TPS (Throtle position sensor) adalah sensor yang akan anda temui berikutnya pada mobil yang telah mengusung sistem EFI. Fungsi sensor ini adalah untuk mengukur sudut buka katup gas. Nantinya data ini akan digunakan untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke mesin. Padasaat ini sistem EFI telah digunakan oleh banyak merk kendaraan sebagai pengganti dari karburator. Variasi nilai tahanan ini akan dirbah menjadi output voltage sensor ke ECM sebagai dasar untuk menentukan jumlah udara yang masuk ke intake air chamber. 5. Fast Idle Air Control SusunanDasar Sistem EFI Sistem Electric Fuel Injection EFI dapat dibagi menjadi 3 sistem fungsional yaitu : sistem bahan bakar fuel system, sistem induksi udara air induction system dan sistem pengontrol elektronik electronic control system. . Gambar 2.2. Konstruksi dasar EFI tipe D 2.4. Sistem Bahan Bakar Fuel System DasarTeknik Sistem Bahan Bakar Motor - merupakan materi pembahasan pada sistem kerja Dasar Motor sebagai materi lanjutan tentang metode Pengertian Dasar Proses Kerja Motor 4T semoga ulasan teori kali ini bisa dipelajari untuk kita semua dalam mengenal lebih ( EFI ) β€’ Tekanan penyemprotan relatif rendah (150 Kpa – 400 Kpa) Injeksi ke DASARDASAR EFI β€’ PRINSIP DASAR EFI β€’ JENIS-JENIS EFI β€’ KONSTRUKSI DASAR EFI β€’ DASAR KERJA SISTEM. PRINSIP DASAR EFI Electronic Fuel Injection (EFI) biasa disebut juga Electronic Petrol Injection (EPI). Sistem pengontrolan penginjeksian bahan bakar dewasa ini berkembang dengan pesat terutama pada mesin bensin, walaupun harus kita Sistempada mesin injeksi EFI terdiri dari tiga sistem utama yaitu sistem bahan bakar, sistem induksi udara dan sistem kontrol elektronik. Sistem bahan bakar Sistem bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai ke dalam ruang baka. dasarsistem efi Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, sistem EFI terdiri dari 3 sistem utama, yaitu Sistem Bahan Bakar, Sistem Induksi Udara dan Sistem Kontrol Elektronik. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu-persatu. SekilasTentang EFI EFI adalah sistem karburator digital, menggantikan sistem Karburator manual yang banyak digunakan saat ini. EFI sudah mulai diterapkan pada mesin sepeda motor perlahan tapi pasti. Pada EFI terdapat ECU yang bertugas mengatur kondisi AFR ideal selalu tercapai, meski kondisi sepeda motor berubah-ubah. DASAR– DASAR EPIDASAR-DASAR EFI PRINSIP DASAR EFI Electronic Fuel Injection (EFI) biasa disebut juga Electronic Petrol Injection (EPI). Sistem pengontrolan penginjeksian bahan bakar dewasa ini berkembang dengan pesat terutama pada mesin bensin, walaupun harus kita ingat bahwa tidak hanya kendaraan dengan bahan bakar bensin yang 7mFs. Teknologi injeksi MPI memiliki kelebihan dibandingkan dengan SPI antara lain 1. Distribusi campuran udara-bahan bakarnya lebih seragam untuk masing-masing s ilinder. 2. Respons terhadap perubahan posisi throttle pun lebih cepat. 3. Lebih akurat dalam mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai deng an kondisi operasi. Dengan demikian performansi mesin menjadi lebih baik, emisi berkurang, dan pemak aian bahan bakar lebih irit. Sebaliknya SPI sistemnya lebih sederhana, cenderung tidak merata karena distribusi campuran udara-bahan bakar sangat dipengaruhi ol eh desain saluran isap. Gasoline Direct injection GDI yaitu Injector berada di dalam ruang baka r, sehingga bensin disemprotkan langsung ke ruang bakar tanpa harus melalui Inta ke Valve. Teknologi ini masih mahal, karena material Fuel Injector Nozzle harus tahan pada suhu tinggi di ruang bakar. Untuk lebih memperjelas posisi dari ketiga jenis posisi penempatan injektor ,dap at dilihat pada gambar 5 berikut... – Salah satu keberhasilan pengembangan di bidang otomotif adalah terwujudnya sistem yang lebih efesien dari sistem karburator yakni sistem mesin EFI. Alih-alih menggunakan plunger seperti karburator, sistem ini menggunakan injektor untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam silinder mesin melalui sistem bahan bakar EFI. Sistem ini benar-benar canggih dan memberi banyak manfaat. Oleh karena itu, kali ini menjadi kita akan melihat sistem pada mesin EFI untuk melihat lebih jelas seperti apa sistem ini bekerja. Terdapat tiga sistem yang bekerja dan mensuport satu sama lain. Ketiga sistem tersebut adalah sistem bahan bakar, sistem induksi udara dan terakhir adalah sistem kontrol elektronik. Lebih lanjut ketiga sistem tersebut akan dijelaskan pada tiga bagian berikut ini. 1. Sistem Bahan Bakar Sistem yang pertama bekerja pada mesin EFI adalah sistem bahan bakar EFI. Sistem bahan bakar EFI secara garis besar ditunjukkan pada gambar berikut ini. Perhatikan gambar secara seksama. Sistem bahan bakar pada mesin EFI. Seperti sistem bahan bakar pada mobil dengan sistem lain, sistem ini juga berfungsi menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke dalam ruang bakar di tiap silinder. Untuk tujuan ini diperlukan beberapa peranti pembantu. Peranti tersebut terdiri dari tentu saja tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, pipa penyalur, fuel pressure regulator, pulsation damper, pipa pembagi, injektor, serta cold start injector. Komponen-komponen atau piranti tersebut bekerja secara berkesinambungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada satu yang lebih penting karena jika ada salah satu bagian yang mengalami kerusakan misalnya kerusakan cold start injector maka sistem bahan bakar terganggu bahkan mesin tidak bisa hidup pada cuaca dingin dan mesin dingin. 2. Sistem Induksi Udara Sistem kedua pada mesin EFI adalah sistem induksi udara. Sistem ini dapat digambarkan secara sederhana seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini. Perhatikan gambar dengan seksama. Sistem induksi udara pada mesin EFI. Manfaat dari sistem induksi udara pada mesin EFI adalah menyalurkan udara yang dibutuhkan oleh mesin untuk proses pembakaran agar dapat masuk ke dalam ruang pembakaran. Beberapa peranti diperlukan untuk proses ini dapat berjalan dengan lancar. Peranti-peranti tersebut diantaranya adalah saringan udara, air flow meter – pada tipe L-EFI – disertai dengan sensor MAF, throttle body, air intake chamber, dan air valve. Komponen atau peranti tersebut bekerja saling berkesinambungan untuk tujuan yang sama. Seperti sistem sebelumnya, sistem ini juga tidak bisa berjalan dengan baik jika ada komponen yang rusak. Sebagai contoh kerusakan throttle body yang sangat mengganggu kinerja mesin menjadi optimal. 3. Sistem Kontrol Elektronik Sistem terakhir adalah sistem kontrol elektronik. Meskipun setiap sistem tidak ada yang tidak penting, rasanya saya berani menyebutkan bahwa sistem ini adalah sistem yang paling penting di antara sistem yang lain. Gambar berikut menunjukkan gambaran sederhana dari sistem kontrol elektronik. Sistem kontrol elektronik pada mesin EFI. Pada sistem ini terbagi menjadi tiga bagian utama yakni bagian sensor-sensor, bagian engine control unit atau ECU dan bagian aktuator mesin EFI. Sensor berfungsi mendeteksi bagian yang berkaitan dengan jenis sensor dan mengirimkan hasilnya ke ECU. Untuk tipe mesin L-EFI terdapat beberapa sensor yang bekerja sebagai berikut. Sensor untuk mengukur massa udara yakni sensor MAF. Sensor untuk mengukur tekanan absolut manifold yakni sensor untuk mengukur temperatur air pendingin yakni sensor Air Coolant untuk posisi throttle yakni sensor untuk mengetahui posisi camshaft yakni sensor CMP. Sensor untuk mengetahui posisi crankshaft yakni sensor CKP. Sensor untuk mengukur getaran mesin yakni sensor Knocking. Sensor untuk mengukur kadar oksigen yakni sensor Oksigen. Dan mungkin ada beberapa sensor lain yang belum saya sebutkan. Sementara itu untuk ECU, ia berfungsi mengontrol aktuator. Sebagai contoh mengontrol lamanya injektor menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Aktuator sendiri merupakan komponen yang dikendalikan oleh ECU sebagai aktualisasi dari perintah hasil kesimpulan dari ECU. EFI merupakan singkatan dari Electronic Fuel Injection yaitu penyemprotan atau penginjeksian bahan bakar sudah dilakukan atau dikontrol secara elektronik. Pengontrolan secara elektronik ini lebih baik dibandingkan dengan penyemprotan bahan bakar yang masih konvensional masih karburator. Kelebihan dari sistem EFI dibandingkan dengan sistem konvensional degan memakai karburator antara lain Nilai campuran bahan bakar dan udara sesuai dengan kebutuhan mesin. Campuran antara bahan bakar dan udara akan lebih homogen. Pembakaran yang dihasilkan lebih baik. Tenaga yang dihasilkan oleh mesin lebih optimal. Emisi gas buang yang dihasilkan lebih rendah. Pada sistem EFI terdapat 3 sistem utama yaitu sistem bahan bakar fuel system, sistem induksi udara air induction system dan sistem kontrol elektronik electronic control system. Sistem bahan bakar Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang bakar mesin. Sistem bahan bakar EFI terdiri dari beberapa komponen, yaitu Tangki bahan bakar yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar dalam jumlah tertentu di dalam kendaraan Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring bahan bakar dari kotoran-kotoran. Pompa bahan bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju ke injektor. Selang/ pipa penyalur bahan bakar berfungsi sebagai media penyalur yang dilewati oleh bahan bakar. Pipa pembagi delivery pipe berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke masing-masing injektor pada mesin. Pressure regulator berfungsi untuk menjaga tekanan bakan bakar agar tetap stabil pada pipa pembagi. Pultation damper berfungsi untuk mencegah terjadinya getaran atau fluktuasi tekanan dari bahan bakar. Pipa pengembali berfungsi untuk menyalurkan kelebihan tekanan bahan bakar dan nantinya akan dikembalikan ke dalam tangki bahan bakar. Injektor berfungsi untuk menginjeksikan bahan bakar di ruang bakar pada tipe GDI atau pada intake manifold pada tipe MPI. Sistem induksi udara Sistem induksi udara pada sistem EFI berfungsi untuk menyediakan udara yang diperlukan saat proses pembakaran. Sistem induksi udara pada sistem EFI terdiri dari beberapa komponen, antara lain Throttle body terdiri dari katup throttle yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold. Dan pada throttle body ini terdapat saluran ISC yang berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ketika posisi katup throttle tertutup pada posisi idle. Air flow meter pada tipe L-EFI berfungsi untuk mengukur berapa banyak udara yang masuk ke dalam intake manifold. Air intake chamber berfungsi untuk meredam fluktuasi udara yang masuk. Intake manifold berfungsi sebagai saluran masuk udara menuju ke dalam ruang bakar. Sistem kontrol elektronik Pada sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa komponen antara lain sensor-sensor, ecu dan aktuator. Sensor-sensor pada sistem kontrol elektronik EFI berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi atau mengukur kinerja dari mesin yang nantinya akan digunakan sebagai data inputan. Sensor-sensor EFI sendiri terdiri dari beberapa macam sensor antara lain sensor WTS, sensor IATS, sensor MAP, Air flow meter, sensor knock, sensor CKP, sensor CMP dan lain-lain. Ecu pada sistem EFI berfungsi sebagai otak atau pengontrol dari aktuator-aktuator. ECU akan mengontrol kinerja dari aktuator-aktuator berdasarkan data yang masuk dari sensor-sensor. Sedangkan aktuator sendiri adalah sebagai pelaksana atau komponen yang bekerja dan dikontrol oleh ECU. Contoh aktuator pada mesin EFI adalah injektor, ISC, ESA dan lain-lain.

3 sistem dasar efi